LASAKKANTB_Mataram :Pasangan BARU (Baihaqi- Baiq Diah Ratu Ganefi) dipastikan sebagai salah satu kontestan yang akan bertarung di Pilkada Kota Mataram. Pasangan ini seolah menjadi kejutan bagi warga ibukota Provinsi NTB.

Kepada awak media, Hj Baiq Diah Ratu Ganefi membeberkan alasannya ikut berlaga dalam kontestasi politik tersebut. Awalnya, ia mengaku ingin istirahat dari dunia politik.

“Awalnya saya ingin istirahat saja, tapi ternyata panggilan yang lebih besar yang harus saya ikuti. Panggilan ini terutama dari kalangan perempuan dan kamum millennial,” ucapnya menjawab pertanyaan, JEJAK LOMBOK, Rabu (29/7).

Kaum petrempuan dalam pandangan Baiq Diah harus memberi warna kontestasi politik Kota Mataram. Hadirnya dirinya sebagai wakil H Baihaqi paling tidak bisa menjadi saluran aspirasi politik kalangan perempuan.

Banyak hal yang bisa dilakukan di Kota Mataram bagi perempuan. Misalnya dalam hal akses pasar yang dianggap penataannya belum maksimal. Dimana ada sekitar 70 persen kaum perempuan yang mengakses pasar untuk berbagai keperluan, terutama kebutuhan rumah tangga.

Cara piker perempuan disebutnya jauh lebih detail disbanding kau madam. Karena itu, akses publik seperti pasar harus mendapat atensi serius dalam memajukan ekonomi dan kesejahteraan warganya.

Apa yang dilontarkan Baiq Diah sangat beralasan. Terlebih di sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) banyak diisi kaum perempuan. Dengan mudah ia menunjuk contoh nyata seperti sentra mutiara di Sekarbela. Rata-rata para pelaku yang mengisi lapak itu adalah kaum perempuan.

Belum lagi pada jenis UMKM lain. Masih banyak kaum Hawa yang bertindak sebagai pelaku.

Tidak ingin disebut apa yang dilontarkan hanya isapan jempol, ia memastikan visi yang disampaikan akan diintervensi dalam bentuk anggaran. Sektor ini disebutnya ekonomi, Kesehatan dan Pendidikan harus mendapat porsi signifikan.

“Kalau ini tidak disepakati sama Bang Baihaqi, saya tidak jadi maju. Ini bargaining yang saya tawarkan sejak awal,” tegasnya.

Ia pun membeberkan, banyak hal yang patut dikoreksi dari kepemimpinan Ahyar-Mohan. Akses kesehatan untuk masyarakat, termasuk kaum disabilitas harus mendapat porsi jelas.

Begitu juga dengan sektor pendidikan. Andai terpilih, dipastikan sektor ini mendapat jatah anggaran signifikan pula.

Baiq Diah juga membeberkan alas an kenapa ia bersedia menjadi posisi nomor dua mendampingi H Baihaqi. Ia menyebut pasangan BARU usianya kurang dari sebulan. Namun demikian, chemistry kedua belah pihak sudah kena.

Diberikannya H Baihaqi kesempatan sebagai orang nomor satu, terangnya, demi mengarusutamakan kaum millennial. Selaku politisi senior, ia tidak ingin egois sebagai orang terdepan atau nomor satu.

“Saya yang lebih senior, sudah waktunya sebagai tukang dorong dan mengayomi yang muda-muda. Kaum muda yang cerdas harus diberikan kesempatan tampil,” ucapnya.

Sementara itu, Bakal Calon Walikota Mataram, H Baihaqi mengatakan, tampilnya pasanga BARU untuk mewarnai pilihan warga Kota Mataram. Pasangan BARU tidak sudi ada primordialisme politik di Kota Mataram.

Sejauh ini, Bapaslon ini didukung oleh Parati Demokrat, Partai Amanat Nasional dan Partai Berkarya. Tiga partai ini dipastikan sudah bisa mengusung calon dalam kontestasi pilkada Kota Mataram. (poel)

Baca Berita Terkait
Comments ( 0 )
Anda berkomentar sebagai pengunjung, silahkan login atau register