Giri Menang (Suara NTB) – Adanya tawaran dari Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, MSc., ke Lombok Barat (Lobar) agar melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), ditanggapi Bupati Lobar H. Fauzan Khalid.

Bupati Lobar tidak menolak PSBB, namun ia mengusulkan agar pemberlakuan PSBB se Pulau Lombok bukan parsial di beberapa daerah saja. Sementara di satu sisi Pemda Lobar sudah melakukan Pembatasan Sosial Berskala lingkungan, desa hingga dusun.

Pembatasan sosial ini menjadi langkah pencegahan yang paling penting, sebab sejauh ini angka kasus positif Covid-19 di Lobar naik menjadi 39 kasus. Terdapat tambahan empat kasus pada Minggu, 3 Mei 2020. Dengan jumlah kasus ini, Lobar pun menjadi salah satu daerah dengan kasus positif terbanyak di NTB.

Menurutnya tak sesederhana itu menerapkan PSBB, di mana begitu ditawari langsung dilakukan oleh Pemda. Dijelaskan lebih lanjut, sebenarnya tindakan pembatasan sosial sudah dilakukan Pemda. Pembatasan dilakukan hingga sampai desa dan dusun, di mana warga memasang portal. PSBB kata dia hanya masalah istilah saja.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lobar, Hj. Made Ambaryati mengatakan total kasus positif Covid-19 menjadi 39 orang. Menyusul tambahan empat kasus pada hari minggu kemarin. “Jumlah kasus positif kita termasuk tertinggi di NTB. Kejar-kejaran dengan Dompu,” jelas Ambar.

Kasus positif ini, jelas dia, akan terus bertambah menyusul hasil pelacakan kontak dan rapid test terus dilakukan oleh Dikes. Menurutnya, bertambahnya kasus ini juga keberhasilan dinas melakukan pelacakan kontak terhadap warga.

Camat Kediri Hermansyah mengatakan jauh sebelumnya pihak kecamatan sudah menerapkan pembatasan sosial dengan melakukan pemberlakuan malam. Di mana masing-masing desa hingga dusun melakukan isolasi mandiri. Bahkan pada malam hari, sudah portal untuk membatasi warga yang keluar masuk wilayah setempat. (her)

Baca Berita Terkait
Comments ( 0 )
Anda berkomentar sebagai pengunjung, silahkan login atau register