PeciHitam.org – Kitab al-Arba’una al-Buldaniyyah Arba’una Haditsan ‘an Arba’ina Syaikhan min Arba’ina Baladan merupakan salah satu karya yang dimiliki oleh Syaikh Yasin al-Fadani. Kitab ini bisa juga disebut sebagai Kitab Hadis Arbain karya Syaikh Yasin al-Fadani.

Kitab al-Arba’una al-Buldaniyyah secara bahasa diartikan 40 kota atau negeri, dan Arba’una Haditsan ‘an Arba’ina Syaikhan min Arba’ina Baladan bemakna, 40 hadis dari 40 guru, dari 40 kota.

Sedangkan secara istilah al-Arba’una al-Buldaniyyah Arba’una Haditsan ‘an Arba’ina Syaikhan min Arba’ina Baladan ialah juz-juz hadis yang berisi kumpulan 40 hadis yang diriwayatkan dari 40 guru yang berasal dari 40 kota.

Nama lengkap beliau adalah ‘Alam al-Din, Abu al-Fayd, Muhammad Yasin bin Muhammad ‘Isa bin Udik al-Fadani al-Makki al-Syafi’i. Beliau dilahirkan di mekkah pada tanggal 17 juni 1915, dan meninggal di mekkah pada tanggal 20 juli 1990 pada usia 75 tahun, beliau adalah seorang ahli sanad hadis, ilmu falak, bahasa arab, dan pendiri Madrasah Darul Ulum al-Diniyyah, Mekkah.

Beliau merupakan putra ulama terkenal Syaikh Muhammad Isa al-Fadani asal Padang, Sumatera Barat. Sementara itu, Yasin al-Fadani sendiri dinisbahkan pada tempat asal nenek moyangnya, yakni di Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Syaikh Yasin al-Fadani juga memiliki dua saudara yang bernama Muhammad Thaha dan Ibrahim.

Syaikh Yasin al-Fadani dikenal dengan keluasan ilmunya. Keluasan penguasaan keilmuannya, membawa namanya terukir dengan tinta emas di Mekkah.

Syaikh Ali Jum’ah menyebut Syaikh Yasin al-Fadani dengan sebutan al-Musnid al-Dunya, sementara Sayyid Segaf bin Muhammad as-Segaf menjuluki beliau sebagai Suyutiyyu Zamanihi. Bergelar Musnid al-Dunya (ulama ahli sanad dunia), karena beliau adalah seorang ulama yang paling banyak memiliki sanad di dunia ini.

Adapun yang sangat mempengaruhi keilmuan Syaikh Yasin al-Fadani adalah ayahnya dan pamannya. Beliau berdua telah mempengaruhi jiwa keulamaan Syaikh Yasin al-Fadani, sehingga beliau telah mengkhatamkan banyak kitab Dalam catatan, Syaikh Yasin al-Fadani telah berguru kepada lebih dari 700 guru, yang terdiri dari laki-laki dan perempuan.

Sedangkan guru-guru beliau tidak hanya berasal dari Negara Arab, akan tetapi juga berasal dari luar Negara Arab seperti; Malaysia, Thailand, India, dan lain sebagainya.

Prinsip beliau dalam menuntut ilmu adalah siapa pun yang sanggup atau telah memberi sebuah ilmu meskipun hanya satu kata, maka baginya adalah guru. Posisi sanad keilmuan ini amat penting, sebab dapat digunakan menjadi legitimasi varian cabang keilmuan yang dipegangnya.

Kitab hadis arbain yang disusun beliau ini keseluruhan sanadnya bersambung dari Syaikh Yasin al-Fadani sampai kepada Nabi Muhammad saw, dan dalam penulisannya dicantumkan semua periwayat-periwayat yang meriwayatkan hadis juga dicantumkan asal daerah periwayatnya.

Salah satu karya yang menginspirasi Syaikh Yasin al-Fadani dalam menyusun kitab ini adalah kitab hadis jenis al-Arba’un al-Buldaniyyah seperti al-Hafid Abi Tahir as-Silafi dan Syaikh al-Hafid Abd al-Hafid Ibn al-Jamal Muhammad at-Tahir al-Fihr al-Fasi

Dalam menyusun kitab hadis ini, Syaikh Yasin al-Fadani konsisten dengan tujuan yang dikehendakinya, tujuan tersebut tak lain adalah yang tersirat pada penamaan judul yang dipakai, jadi dalam struktur babnya, Syaikh Yasin al-Fadani mengelompokkanya dengan menggunakan urutan nama guru dan juga asal daerah guru yang mentakhrij hadis.

Matan hadis ini yang terdapat di dalam kitab tersebut, mengemukakan 40 hadis dengan berbagai tema dan tidak mengkhususkan tema-tema tertentu, misal mengkhususkan hadis-hadis dalam tema tasawuf, ushuluddin, atau tema aqidah saja. Dalam matan-matan hadis yang kiranya sulit dipahami bacaan kata-katanya, Syaikh Yasin al-Fadani memberikan keterangan cara membacanya yang dicantumkan di bawahnya yang berupa footnote.

Baca Berita Terkait
Comments ( 0 )
Anda berkomentar sebagai pengunjung, silahkan login atau register