Najamuddin (49) warga Desa Kerinjing Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir, tewas ditikam saat sedang menikmati hiburan orgen tunggal di kampungnya, Rabu (15/1/2020).

Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara, Kompol dr Mansuri Spkf mengatakan, korban mengalami dua luka tusuk di bagian badan sebelah kiri..

Tak hanya itu, ditemukan pula luka bekas pukulan benda tumpul di kepala korban."Itu dari hasil pemeriksaan luar yang kita lakukan dan selanjutnya jenazah akan kita serahkan ke pihak keluarga untuk kemudian dimakamkan," ujarnya, Kamis (16/1/2020).

Sementara itu, Kapolsek Tanjung Raja, AKP Arfanol yang ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara mengatakan pembacokan yang dilakukan korban terjadi di acara hajatan salah seorang warga.

"Informasi yang kami terima, antara pelaku dan korban terlibat saling senggol yang berujung keributan dan kemudian terjadilah pembacokan terhadap korban," ujarnya.

Arfanol menuturkan, ada dua pelaku dari peristiwa ini.

Satu pelaku sudah berhasil diamankan di kediamannya.

Sedangkan satu pelaku lagi masih dalam pengejaran.

"Kasus ini masih dalam penanganan kami dan akan terus kami lakukan pengejaran terhadap satu pelaku lagi yang saat ini masih buron," ujarnya.Saat ini jenazah Najamuddin telah dibawa pihak keluarga ke kampung halamannya di Desa Kerinjing Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir untuk segera dimakamkan di TPU setempat.

Saling Senggol

Sebelumnya diberitakan, Diduga tersinggung lantaran saling senggol saat menikmati hiburan orgen tunggal, Najamuddin (49) warga Desa Kerinjing Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir tewas ditikam, Rabu (15/1/2020).Herlizawati (39) istri korban tampak tertunduk lesu saat menunggui jenazah suaminya ketika menjalani pemeriksaan di rumah sakit Bhayangkara Palembang, Kamis (16/1/2020).

"Saya dengar dia kena tusuk jam 12 malam tadi. Waktu dia lagi nonton orgen di kampung," ujarnya.

Mendapat kabar tersebut, Herliza bergegas untuk mendatangi suaminya.

Namun, Najamuddin yang sempat dibawa ke RS Ar Royyan Ogan Ilir, tidak berhasil diselamatkan nyawanya.

"Setelah itu dibawa kesini (RS Bhayangkara) untuk divisum," ucapnya.

Kini, Herlizawati harus menghidupi ketiga anaknya seorang diri.

Ia merasa begitu sakit hati dan tidak terima atas apa yang telah terjadi pada suaminya.Untuk itu ia berharap agar polisi segera menangkap pelaku penusukan yang menyebabkan kematian suaminya.

"Saya tidak tahu lagi bagaimana ke depannya. Harus menghidupi tiga anak sendirian. Saya berharap pelaku segera ditangkap. Harus ada keadilan untuk kami," ujarnya.

Selanjutnya, jenazah Najamuddin akan dibawa ke kampung halamannya untuk dimakamkan di TPU setempat.Tim forensik rumah sakit Bhayangkara melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah Najamuddin, Kamis (16/1/2020)

Baca Berita Terkait
Comments ( 0 )
Anda berkomentar sebagai pengunjung, silahkan login atau register