Sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Ogan Ilir yang tak tercover sinyal seluler akan dipindahkan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ogan Ilir sengaja melakukan itu demi melaksanakan sistem e-Rekap saat Pilkada Serentak 2020.

Butuh penyesuaian untuk urusan teknis dalam penghitungan suara tersebut.

Ketua KPU Kabupaten Ogan Ilir, Massuryati mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan pemetaan.

Untuk lokasi-lokasi TPS, saat pemetaan itu juga diperiksa apakah koordinat TPS tersebut tercover oleh sinyal, atau tidak."Kalau sekarang, baru Kecamatan Indralaya yang ada datanya kalau semuanya tercover sinyal. Sekarang kami sedang melakukan pemetaan di Kecamatan lain," ujarnya saat diwawancarai, Minggu (12/1/2020).

Ia menambahkan, pihaknya menyiapkan langkah cadangan jika di TPS tersebut tidak tercover sinyal untuk mengirimkan hasil penghitungan suara via smartphone.

Yakni, dengan jalan menggeser posisi TPS ke tempat yang tercakup sinyal di dekat lokasi TPS lama.

"Dengan catatan, tidak menyusahkan pemilih dalam menjangkau dan tidak di tempat terlarang. Tempat terlarang itu misalnya rumah tim sukses salah satu pasangan calon, tempat ibadah dan lain-lain," ungkapnya.

Massuryati menjelaskan, sistem e-Rekap akan dilakukan saat Pilkada 2020 di Ogan Ilir nanti.

Dimana, panitia pemungutan suara (PPS) di masing-masing TPS akan mengirimkan langsung hasil perhitungan C1 melalui smartphone, ke tabulasi rekap."Bisa langsung ke KPU RI atau ke KPU Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Bisa juga dari KPU RI, baru didistribusikan ke KPU Kabupaten/Kota masing-masing," ungkapnya.

Tentunya ia mengatakan, keberhasilan sistem e-Rekap bergantung dari kekuatan sinyal di TPS tersebut.

Jika tidak tercakup sinyal, maka hal itu tidak bisa dilaksanakan.

"Maka dari itu kami menyiapkan opsi tersebut agar bisa terlaksana dengan baik," jelasnya.

Baca Berita Terkait
Comments ( 0 )
Anda berkomentar sebagai pengunjung, silahkan login atau register